Friday, July 30

TIPS PENETAPAN HARGA JUAL DI PADI UMKM YANG WAJIB DISIMAK

TIPS PENETAPAN HARGA JUAL DI PADI UMKM YANG WAJIB DISIMAK

PaDi UMKM memiliki PaDi UMKM B2B, B2C serta yang terbaru yaitu eproc BUMN di dalam kehebatan fitur yang berinovasi di dalamnya dengan tujuan yang sama membantu para pelaku usaha UMKM agar terus berkembang dan maju dalam perekonomian. Seperti diketahui, UMKM adalah penopang negara yang patut untuk terus dibantu dan diberikan semangat tinggi dalam mempertahankan toko mereka agar terus bertransaksi dan dengan PaDi UMKM yang telah berinovasi dengan menghadirkan berbagai fitur salah satunya eproc bumn ini diharapkan sistem perbantuan dapat terus ada untuk membantu UMKM.

PaDi UMKM sebagai platform digital inisiasi BUMN ini yang menghadirkan berbagai fitur di dalamnya seperti B2B, B2C dan eproc BUMN telah memperbaharui berbagai sistem yang mereka miliki. Dikatakan meluncur tahun 2021 ini, untuk fitur eproc BUMN belum begitu aktif dan belum bisa di predikasi kapan kehadiran dan persiapan matang fitur ini siap digunakan para pelaku usaha UMKM.

PaDi UMKM memiliki beberapa tips yang salah satunya tips penetapan harga jual yang dikutip dari Sakoo sebagai bagian dari PaDi UMKM B2C dan untuk Anda para penjual yang tergabung di PaDi UMKM B2C coba disimak beberapa strategi penetapan harga berikut ini.

 Penetapan harga yang berorientasi pada biaya, tentukan harga jual produkmu dengan melihat biaya yang kamu keluarkan untuk sebuah produk. Biaya ini bisa mencakup biaya pengemasan produk, pembuatan produk/produksi, serta pemasaran produk. Kamu bisa menghitungnya dengan cara menjumlahkan semua biaya yang kamu keluarkan dengan jumlah keuntungan yang kamu kehendaki. Atau jika kamu tidak memproduksi produkmu sendiri, kamu bisa menambahkan harga beli produk dengan jumlah keuntungan yang ingin kamu raih. Sehingga nantinya harga jual yang kamu tetapkan akan menguntungkan bisnismu dan menutupi semua biaya yang kamu keluarkan.

Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan, Kamu bisa menentukan harga jual produkmu dengan melihat harga jual para kompetitor mu di industri yang serupa. Kamu bisa memilih apakah harga jual yang kamu terapkan akan lebih rendah dibanding kompetitor, memiliki harga yang sama dengan kompetitor, atau bahkan lebih tinggi dibandingkan kompetitor bisnismu. Jika kamu menerapkan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor, kamu bisa menarik konsumen untuk membeli produk lebih banyak. Disisi lain, jika kamu menerapkan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompetitor, pastikan kamu memiliki nilai tambah yang membedakan produkmu dengan kompetitor ya Sobat Sakoo, agar nantinya kamu bisa memperoleh keuntungan yang maksimal.

Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan pelanggan, Harga jual bisa kamu terapkan dengan mempertimbangkan permintaan dan keinginan konsumen serta keadaan pasar. Dalam hal ini, kamu bisa menyesuaikan harga jualmu dengan perubahan kondisi yang terjadi di pasar. Seperti contohnya ketika ada permintaan yang tinggi akan produkmu, kamu bisa menetapkan harga jual lebih tinggi dan ketika permintaan akan produkmu sedang lemah atau menurun, kamu bisa menjualnya dengan harga yang relatif lebih rendah. Hal ini bertujuan agar kamu bisa memaksimalkan keuntungan dari produk yang kamu jual.